Farhan mengingatkan, gagasan persatuan tersebut telah tumbuh jauh sebelum Indonesia merdeka.

Ia merujuk pada Sumpah Pemuda 1928 ketika para pemuda menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan.

Menurut Farhan, semangat tersebut menjadi fondasi penting bagi lahirnya Indonesia sebagai bangsa yang mampu menyatukan wilayah yang sangat luas dan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

“Indonesia adalah bangsa yang lahir bukan karena kesamaan, tetapi karena perbedaan,” tuturnya.

Karena itu, ia meminta anggota Paskibraka menjadikan momentum pengibaran bendera sebagai kesempatan untuk memahami makna persatuan tersebut.

Ketika mereka berdiri dalam satu barisan, Farhan berharap tidak hanya gerakan tubuh yang seragam, tetapi juga terdapat kesamaan tujuan untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.

“Kesatuan bangsa dan negara Indonesia kami titipkan kepada kalian. Berikan yang terbaik pada tanggal 17 Agustus. Tidak hanya langkah yang seragam, tidak hanya pandangan yang tajam menatap ke depan, tidak hanya dada yang dibusungkan, tetapi juga hati yang kuat, pikiran yang terfokus, dan niat memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

Farhan menyebut tugas sebagai Paskibraka merupakan salah satu kesempatan bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia, meskipun dilakukan melalui sebuah tugas yang sederhana namun sarat makna.

Ia mengapresiasi seluruh anggota Paskibraka Kota Bandung, para pelatih, pembina, serta senior yang selama ini mendampingi proses latihan.

Menurutnya, pembinaan Paskibraka harus terus berlangsung secara berkesinambungan sehingga nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan persatuan dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Paskibraka Kota Bandung, seluruh pelatih, pembina, dan para senior yang tidak pernah melepaskan perhatian. Tugas ini harus turun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menjadi sesuatu yang terbaik,” pungkasnya.(Fi)