Dari luasan tersebut, proses optimalisasi lahan saat ini telah berjalan di atas lahan seluas 40.852 hektar.
Dampak juga terjadi pada sektor perkebunan dengan luas mencapai 50.438 hektare. Adapun proses pemulihan perkebunan yang tengah berlangsung telah mencapai 10.418 hektare.
Menteri Amran berjanji kepada Gubernur Mualem, bahwa Kementan terus mengawal rehabilitasi sawah terdampak bencana melalui program cetak sawah kembali, optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, serta penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan benih padi gratis bagi petani.
Mentan juga berkomitmen merehabilitasi dan meremajakan tanaman kopi di wilayah dataran tinggi Aceh yang rusak akibat erosi dan longsor. Dukungan mencakup penyediaan bibit unggul, pupuk, dan pendampingan teknis untuk mengembalikan produktivitas komoditas ekspor ini.
Amran memastikan, tim teknis Kementan diterjunkan langsung ke wilayah terdampak di Aceh guna menyatukan rekonstruksi lahan secara bertahap. Apalagi beberapa waktu lalu Menteri Amran ikut bertemu langsung sejumlah lahan yamg terdampak bencana
Dalam pertemuan itu, Gubernur Aceh turut didampingi Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) BRA Jamaluddin, Staf khusus Gubernur Aceh T Irsyadi, serta Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Said Marzuki, SIP, MSi.(Hr)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan