Patroli tersebut akan melibatkan unsur kepolisian dan dilaksanakan secara rutin pada malam hingga dini hari sebagai langkah preventif untuk menekan potensi tindak kriminal.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga memperkuat langkah pencegahan melalui pelibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Salah satunya dengan kembali menerapkan jam malam bagi pelajar serta mendorong sekolah melibatkan orang tua dalam pengawasan anak.
Menurut Farhan, kebijakan tersebut bukan untuk memberi stigma kepada pelajar sebagai pelaku kejahatan, melainkan untuk melindungi mereka agar tidak terjerumus menjadi pelaku maupun korban tindak kriminal.
“Kita ingin mencegah sejak dini agar anak-anak tidak terpengaruh lingkungan yang berpotensi membawa mereka pada tindakan kriminal ataupun menjadi korban,” ujarnya.
Pemkot Bandung juga mendukung penguatan konsep community policing atau Polmas melalui aktivasi kembali semangat “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota” yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Siskamling.
Peran aktif warga dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Farhan juga meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, termasuk berbagai konten viral mengenai isu kriminalitas yang beredar di media sosial.
Ia meminta masyarakat tetap mengedepankan informasi resmi serta bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Bandung.
“Hal yang paling penting sekarang adalah menjaga ketenangan masyarakat. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru memperbesar keresahan. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan Kota Bandung,” tuturnya.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan