“Saat ini BKSAP sudah memiliki 102 jaringan parlemen dengan negara sahabat yang terhubung dengan berbagai forum regional dan internasional,” kata Husein.

 

Ia melanjutkan, sebagai Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di tingkat pusat, BKSAP memperjuangkan kepentingan nasional di forum global, terutama memperkuat political will di luar negeri.

 

“Kota Bogor memiliki keunggulan strategis untuk diplomasi parlemen. Sebagai kota jasa dan pariwisata, Kota Bogor memiliki sektor kuliner, heritage, dan ekowisata. Apalagi sebagai penyangga ibu kota,” ujarnya.

 

Dipilihnya Kota Bogor oleh BKSAP karena kemitraan dengan kota-kota di luar negeri telah berjalan. Hal tersebut menjadi modal untuk memperkuat kerja sama global.

 

“Saat ini Kota Bogor juga masuk ke dalam 100 Smart City, inovasi digital untuk layanan publik yang cerdas,” tambahnya.

 

Ia berharap kunjungan BKSAP DPR RI dapat meningkatkan akses pasar ekspor, terutama di bidang UMKM, ekonomi kreatif (ekraf), serta mendukung Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

 

Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan menjadi jembatan untuk mempromosikan investasi hijau dan digital, mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan, smart city, dan transportasi, serta merevitalisasi kerja sama sister city dan kolaborasi pendidikan tinggi serta riset global.(Fi)