“Ketika kami melakukan pengecekan di lapangan, ternyata masih banyak warga Kelurahan Tomang yang belum menggunakan sanitasi tertutup. Karena itu, kami melakukan evaluasi bersama lurah, camat, dan seluruh tim agar target tersebut dapat tercapai,” kata Iin.
Ia menyebut keberhasilan itu merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang peduli terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam penyediaan akses sanitasi yang layak. Meski demikian, Pemerintah Kota Jakarta Barat masih akan mengoptimalkan penyediaan fasilitas sanitasi di sejumlah wilayah yang membutuhkannya.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan PAL JAYA, PAM JAYA, Baznas (Bazis), serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP). Kami juga akan melakukan pengecekan berbasis data untuk mengetahui warga yang belum memiliki akses MCK yang layak. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk menghadirkan kolaborasi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Iin juga mengapresiasi dukungan berbagai mitra, termasuk Universitas Trisakti, yang tidak hanya terlibat dalam gerakan pilah dan olah sampah, tetapi juga berkontribusi membangun MCK komunal yang ramah bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesehatan warga.
“Semoga seluruh kolaborator senantiasa diberikan kemudahan. Menyongsong Jakarta memasuki usia lima abad, kita harus terus bersinergi dan berkolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Iin.(Li)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan