Hebatnya lagi, sistem data Perlinsos terintegrasi secara real-time dengan berbagai instansi penting demi memvalidasi kelayakan pemohon. Artinya data pemohon akan langsung dicocokkan dengan data dari BPJS, PLN, Kakorlantas Polri, OJk, Bank Indonesia hingga Badan Pertanahan Nasional.
”Semua datanya include dan digodok dalam satu sistem itu. Jadi, tidak bisa main-main lagi. Data langsung masuk ke DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan pusat yang menentukan kelayakannya,” tegas Khoiruddin.
Melalui aplikasi ini, Khoiruddin menyebutkan masyarakat bisa memantau langsung status pengajuan mereka secara transparan. Setelah mengajukan permohonan, akan muncul notifikasi bertahap, mulai dari ” Pengajuan Berhasil”, “Pengajuan Berhasil Dikirim”, hingga “Pengajuan Diterima”.
“Jika permohonan bansos dinyatakan diterima oleh pemerintah pusat, warga tidak perlu bingung mencari tempat pencairan. Aplikasi Perlinsos akan langsung menuntun pengguna untuk melakukan pembukaan rekening bank dan mendaftarkan nomor rekeningnya langsung di dalam aplikasi tersebut,”sebutnya.
Dengan sistem digital ini, Khoiruddin berharap penyaluran bantuan sosial di Kota Medan ke depan akan jauh lebih tepat sasaran.
“tentu kami berharap dengan inovasi ini semakin meminimkan penyimpangan, dan semakin memudahkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan,”harapnya.(Mp)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan