Sarifudin juga menyampaikan, cabang lomba disesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran, namun tetap mempertahankan substansi utama pembinaan tilawah, qiraat, dan hifzhil Qur’an.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Muhammad Ali Abdul Latif menyampaikan, MTQ merupakan bagian dari syiar Islam untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Ia menilai, MTQ selaras dengan program Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama, harmoni sosial, serta penguatan nilai-nilai keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin.

“MTQ bukan hanya lomba membaca Al-Qur’an, tetapi gerakan membangun masyarakat yang berakhlak, moderat, dan berkemajuan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan visi Kota Bandung Utama, serta menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter masyarakat yang religius dan berdaya saing.

Dengan dibukanya MTQ ke-49 ini, Pemerintah Kota Bandung berharap lahir qari-qariah dan hafiz-hafizah terbaik yang mampu membawa nama Kota Bandung ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat budaya Qurani di tengah masyarakat.