“Program tersebut telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter dan kepercayaan diri para siswa. Di samping itu, pemerintah juga terus memperkuat program makan bergizi gratis yang ditargetkan menjangkau ratusan ribu anak di Kota Medan,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas juga dengan banggga memperkenalkan berbagai potensi  yang ada di kota Medan. Sebagai kota yang multikultural, Medan kaya akan agama, suku, budaya  dan kuliner. Kota Medan juga menjadi kota terbesar di Sumatera, dengan di dukung berbagai infrastruktur dan fasilitas yang memadai seperti dermaga pelabuhan di Belawan dan Kawasan Industrian Medan (KIM).

“Sebagai kota terbesar di Sumatera, pertumbuhan ekonomi kota Medan mencapai 6.5%. Kekuatan utama Medan terletak pada pusat logistik, transportasi, dan pergudangan, gerbang maritim strategis yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional seperti Malaysia, Singapura, Myanmar, Kamboja, dan China,”jelas Rico Waas.

Sementara itu Dubes Finlandia H.E Pekka Kaihilahti menyambut baik keterbukaan Medan. Pekka menekankan bahwa meski secara geografis berjauhan, Finlandia dan Indonesia memiliki kesamaan visi. Ia menegaskan komitmen raksasa teknologi asal negaranya, seperti energi dan Nokia yang kini berfokus pada infrastruktur telekomunikasi digital, Artificial Intelligence (AI), siber, hingga pusat data (data center).

​”Filosofi kami adalah kemitraan jangka panjang. Kami tidak ingin bekerja sendiri, dan kami sangat ingin memperluas kerja sama ini langsung ke tingkat daerah seperti Kota Medan,” ujar Pekka Kaihilahti.(Mp)