Sedangkan untuk kuota jalur prestasi non-akademik atau kejuaraan sebanyak 10 persen. Persyaratan khususnya melampirkan sertifikat kejuaraan atau piagam penghargaan yang dikeluarkan pada 1 Juli 2023 sampai 30 April 2026 dengan ketentuan minimal tingkat kota.
“Bagi pendaftar jalur prestasi, karena tahun ini dibuka dua tahap. Ketika pengumuman hasil seleksi muncul dan calon murid dinyatakan tidak lolos, maka bisa ikut mendaftar lagi di tahap 2 jalur domisili dengan catatan KK terbit minimal 1 tahun,” jelasnya.
Khusus jalur Afirmasi, lanjutnya, jika tidak diterima di sekolah tujuan maka masih memiliki kesempatan juga untuk pemenuhan dan memilih sekolah yang masih memiliki kuota afirmasi baik bagi pendaftar afirmasi murid berkebutuhan khusus maupun Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP).
“Tentunya komitmen kami, bagi pendaftar RMP kami pastikan melanjutkan pendidikan baik di sekolah negeri maupun swasta,” ujarnya.
Hal yang perlu diingat dan diperhatikan oleh orang tua, lanjutnya, ikuti SPMB Kota Bandung 2026/2027 ini secara berintegritas. Hindari adanya dugaan gratifikasi, pungutan, dan suap dari/kepada oknum yang menjanjikan bisa meloloskan masuk ke sekolah tertentu.
“Saya tegaskan jika ada oknum yang menjanjikan bisa meloloskan masuk ke sekolah tertentu untuk segala dilaporkan, lampirkan bukti dugaan tersebut. Sesuai arahan Pak Wali Kota, siapapun yang terlibat akan ditindak tegas,” tegasnya.
Penting diketahui, tahap 1 pendaftaran jalur afirmasi dan prestasi ini adalah proses memilih sekolah tujuan. Setelah selesai memilih sekolah, wajib melakukan klik konfirmasi pendaftaran. Kemudian akan dilakukan verifikasi oleh sekolah tujuan dan hasil seleksi sementara akan dimunculkan di laman spmb.bandung.go.id.
“Hasil seleksi sementara ini bakal bergerak terus hingga proses validasi dan verifikasi oleh sekolah tujuan selesai. Untuk hasil seleksi final pada saat pengumuman,” pungkasnya.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan