Selain kerajinan, Aryatri juga mengevaluasi masih kurangnya produk busana pria yang tersedia di galeri, padahal permintaan pengunjung cukup tinggi.
Hal ini menjadi catatan untuk rotasi berikutnya agar komposisi produk semakin sesuai kebutuhan pasar.
Dukungan perluasan etalase UMKM juga diarahkan ke Mal Pelayanan Publik Kota Bandung.
Dekranasda berencana menghadirkan produk suvenir dan kuliner di lokasi tersebut karena tingginya aktivitas layanan publik dan kunjungan studi banding dari berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin menyampaikan, kegiatan halal bihalal ini menjadi bagian dari penguatan silaturahmi sekaligus koordinasi program kerja tahun 2026.
Kegiatan diikuti 62 pengurus Dekranasda yang berasal dari unsur perangkat daerah dan pelaku usaha.
Acara yang ini juga diisi tausiah, penampilan seni, serta penyerahan suvenir hasil kerajinan pelaku usaha binaan sebagai doorprize.
Ke depan, Dekranasda Kota Bandung juga menargetkan pelaksanaan studi tiru ke luar kota untuk memperkaya pengelolaan galeri dan program pembinaan UMKM.
Selain itu, evaluasi kepengurusan akan dilakukan menyusul adanya rotasi ASN, yang akan ditindaklanjuti dengan penerbitan SK kepengurusan baru agar organisasi semakin solid.
Melalui momentum ini, Dekranasda Kota Bandung berharap sinergi antara pengurus dan pelaku usaha semakin kuat, sehingga UMKM Kota Bandung dapat terus tumbuh, beragam, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan