Di samping itu, berbagai kegiatan lain seperti wisata olah raga (pariwisata) dan kegiatan seni budaya juga banyak diadakan di kawasan tersebut. Di antaranya ada Borobudur Marathon yang sudah masuk dalam kalender maraton dunia. Bidang budaya, ada kirab pusaka yang baru diadakan oleh Kementerian Kebudayaan.
“Candi Borobudur merupakan satu kebanggaan bangsa Indonesia, yang perlu kita tonjolkan dan dikenal di dunia,” kata Luthfi.
Melihat keberadaan Candi Borobudur yang menjadi denyut nadi budaya dan ekonomi masyarakat itu, pengembangan kawasan terus dilakukan. Pemerintah pusat telah melakukan penataan kawasan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendukung penuh dengan menyiapkan penyangga wilayah.
Bahkan Ahmad Luthfi pernah menyampaikan terkait adanya rencana terbentuknya wilayah aglomerasi wisata Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening. Aglomerasi wisata itu menjadikan Borobudur sebagai titik pusatnya, kemudian diintegrasikan dengan destinasi wisata Kopeng dan Rawa Pening di Kabupaten Semarang.
Konsep aglomerasi wisata tersebut saat ini masih terus digodok. Koordinasi juga terus dilakukan dengan kementerian terkait, agar konsep-konsep tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendongkrak pariwisata dan perekonomian di Jawa Tengah.
“Aglomerasi wisata ini akan kita kembangkan,” katanya beberapa waktu lalu.(Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan