Dharmasraya,Pilarbangsa.com – Rumah Baca Marenda bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi Universitas Dharmas Indonesia (Undhari), UKM Gema, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Undhari, Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, serta Sekolah Menulis Elipsis menggelar kegiatan temu tokoh sastrawan, pegiat literasi, dan penulis.

Kegiatan bertajuk “Lapau Literasi Sastra: Ngobrol Santai Proses Kreatif dari Ide Jadi Karya” ini berlangsung di Rumah Baca Marenda, Jorong Sungai Lomak, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu (19/4/2026).

Hadir sebagai narasumber, Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., seorang sutradara teater, pendiri Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, sekaligus dosen ISI Padangpanjang, serta Muhammad Subhan, penulis dan founder Sekolah Menulis Elipsis. Diskusi dipandu oleh Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., selaku pendiri dan pimpinan Rumah Baca Marenda.

Dalam pengantarnya, Dr. Amar Salahuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar, diskusi, mengeksplorasi ide, dan berkarya untuk memperkuat ekosistem literasi sastra di daerah. “Lapau literasi sastra ini kita hadirkan sebagai ruang belajar bersama yang santai, tetapi tetap bernas, agar siapa pun berani memulai menulis dari ide-ide sederhana,” ujarnya.

Dalam suasana santai namun berbobot, Dr. Sulaiman Juned menekankan pentingnya keberanian dalam menangkap ide. Ia mengingatkan agar penulis tidak menunggu ide datang. “Ide itu jangan ditunggu. Ide harus direbut, diintip, dan dirasakan,” ujarnya.

Menurutnya, setiap orang sejatinya memiliki sumber ide yang melimpah, terutama dari pengalaman empirik, baik yang menyenangkan maupun menyedihkan. Ia menyayangkan banyaknya ide yang terbuang sia-sia, termasuk kenangan masa kecil yang seharusnya bisa diolah menjadi karya.