“Ada tiga sukses penyelenggaraan haji. Pertama sukses ritual memastikan seluruh prosesi ibadah berjalan sesuai syariat Islam dengan aman, nyaman, dan efisien. Sukses ekosistem ekonomi haji yakni mendorong penyelenggaraan haji agar berdampak positif bagi perekonomian, memberdayakan pelaku usaha UMKM. Ketiga sukses peradaban dan keadaban, menjadikan momentum haji sebagai sarana memperkuat konsep persaudaraan dan ikatan kebangsaan yang menyatukan seluruh elemen masyarakat,” terang Irfan.
Salah satu calon jamaah haji Sarminiah adalah jamaah tertua dari Kota Yogyakarta. Warga Pakualaman itu mendaftar haji sejak tahun 2011. Keinginannya menjalankan ibadah haji sudah lama dan semakin menguat usai menjalankan umrah di 2011. Namun dia harus bersabar lantaran harus menunggu antrean kurang lebih 15 tahun hingga diberangkatkan pada 2026. Mantan pensiunan Lurah Keparakan Kotaa Yogyakarta itu akan melaksanakan ibadah haji sendiri tanpa didampingi anaknya karena kondisi fisik masih sehat dan mampu mandiri.
“Persiapan sehat aja yang penting. Doa-doa yang penting. Sebenarnya sudah lama keinginannya, jadi umrah (dulu). Saya nunggu dan berangkat sekarang. Saya ingin pesan kalau sudah punya niat haji nggak usah nunggu umur tua. Ada kesempatan mau haji, (daftar) haji aja,” ucap Sarminiah.
Sementara itu Ketua IPHI Kota Yogyakarta Sisruwadi memberikan pesan agar para calon jamaah haji Kota Yogyakarta bisa menjaga kesehatan, pola makan, agar perjalanan ke Mekah maupun ke Madinah bisa berjalan dengan baik dan lancar. Dia menegaskan IPHI sudah memberikan pendampingan dan pelatihan-pelatihan agar calon jemaah haji ini bisa melaksanakan sunah, wajib dan rukun haji dengan tertib.
“Setelah pulang kegiatan haji, kami berharap harus ada perubahan. Sepulangnya (haji) saya berharap bisa bergabung di Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kota Yogyakarta, untuk menjaga kemabruran. Dengan mengikuti kegiatan di IPHI, baik pengajian rutin, sosial dan bakti sosial,” pungkas Sisruwadi.(Hs)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan