Sementara itu, petugas haji daerah asal Kabupaten Demak, Wahid Su’udi, menegaskan dirinya bersama tim telah melakukan persiapan secara menyeluruh, baik secara teknis maupun mental, untuk menjalankan tugas pelayanan.
“Kami sudah mempersiapkan diri jauh hari, baik lahir maupun batin. Tugas ini kami niatkan untuk berkhidmah melayani tamu-tamu Allah,” ujarnya.
Wahid menjelaskan, berbagai potensi persoalan yang sering muncul dalam penyelenggaraan haji telah dimitigasi sejak awal. Hal itu dilakukan agar tidak ada jemaah yang terabaikan selama proses ibadah berlangsung.
“Kami tidak ingin ada jemaah yang terbengkalai. Ini soal tanggung jawab. Oleh karena itu, kami sudah memetakan potensi kendala dan menyiapkan langkah antisipasi,” ujarnya.
Menurut Wahid, tantangan pelayanan haji tahun ini semakin kompleks, terutama dengan fokus pada jemaah perempuan, lansia, dan kelompok berisiko tinggi. Dia menyebut, kelompok tersebut memerlukan perhatian dan penanganan khusus.
“Mayoritas jemaah kami lansia dan berisiko tinggi. Untuk itu, kami siapkan pelayanan khusus, termasuk penguatan koordinasi dengan tim kesehatan, agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Wahid yang bertugas di Kloter 35 Kabupaten Demak dengan sekitar 360 jamaah menambahkan, kolaborasi antarpetugas menjadi kunci dalam memberikan pelayanan maksimal.
“Kami bekerja dalam satu tim, baik PHD maupun tenaga kesehatan. Semua harus saling mendukung agar pelayanan kepada jemaah bisa berjalan optimal,” ujarnya.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan