Di sisi lain, peningkatan kapasitas peralatan juga menjadi perhatian. Dari sekitar 22.000 ASN dan tenaga honorer di lingkungan Pemkot Palembang, saat ini baru terdapat 11 orang yang telah menyelesaikan pendidikan Strata 3 (S-3).
“Kita ingin meningkatkan kualitas SDM, baik tenaga pendidik maupun aparatur. Oleh karena itu, kita membuka peluang kerja sama dengan UMP untuk memberikan kesempatan kepada pegawai Pemkot Palembang melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 maupun S-3,” jelas Dewa.
Menurut Dewa, peningkatan kualifikasi pendidikan tersebut berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan di Kota Palembang.
Kerja sama Pemkot Palembang dan UMP juga mencakup sektor kesehatan. Pemkot Palembang menyatakan dukungannya terhadap rencana UMP membentuk Fakultas Kedokteran.
Rencana tersebut disesuaikan dengan kebutuhan Pemkot Palembang untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk menyediakan tenaga dokter spesialis.
Pemkot Palembang menargetkan adanya ketercukupan satu dokter spesialis untuk setiap puskesmas sehingga pelayanan kesehatan di tingkat dasar dapat semakin optimal.
“Kita juga mendukung rencana pembentukan Kedokteran di UMP. Hal ini sejalan dengan program pemerintah kota untuk memperkuat pelayanan kesehatan, termasuk target ketercukupan dokter spesialis di setiap puskesmas,” kata Ratu Dewa.
Ia menambahkan, sinergi dengan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan kualitas SDM, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap penyelesaian persoalan pembangunan di Kota Palembang.
Pola kerja sama strategi tersebut akan ditindaklanjuti oleh masing-masing OPD teknis di lingkungan Pemkot Palembang bersama UMP melalui program dan kegiatan yang lebih konkret.(Sp)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan