Menurut Rudy, keberadaan Jalan Tol Depok–Antasari yang nantinya terhubung dengan jaringan jalan tol lainnya akan memperkuat konektivitas Kabupaten Bogor dengan wilayah sekitar. Kondisi tersebut diyakini akan meningkatkan daya tarik investasi karena akses menuju kawasan industri, permukiman, perdagangan, maupun pusat-pusat ekonomi menjadi lebih efisien.
Selain pembangunan jalan tol, Pemkab Bogor juga mendorong percepatan pembangunan Jalan Tambang serta pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Kabupaten Bogor. Ketiga proyek tersebut dipandang saling melengkapi dalam mendukung pemerataan pembangunan dan memperkuat struktur perekonomian daerah.
Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target, Rudy menginstruksikan agar Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) segera diaktifkan kembali mulai pekan depan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pengadaan tanah melalui koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, BPN, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Proyek strategis ini akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan konektivitas wilayah Kabupaten Bogor. Karena itu, saya meminta seluruh perangkat daerah terus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai target,” tegas Rudy.
Melalui percepatan pembangunan infrastruktur yang didukung kolaborasi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis mampu menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan aksesibilitas, terbukanya peluang usaha, dan terciptanya lapangan kerja baru.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan