Menurut Elviyanti, kelompok usaha nantinya lebih dari sekadar wadah berbisnis, untuk itu pembentukan UPPKA di Kota Medan diharapkan mampu membawa dampak berantai (multiplier effect).

“Dengan meningkatnya pendapatan dan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, pemenuhan gizi anak-anak di Kota Medan diyakini akan jauh lebih baik. Hal ini selaras dengan program prioritas Pemko Medan dalam mengakselerasi penurunan angka stunting”, ujar Elviyanti.

Dijelaskan Elviyanti dalam sosialisasi ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai mekanisme tata cara Pembentukan Kelompok yang legal dan terstruktur dan Manfaat Penguatan Ekonomi berbasis komunitas serta Peluang Pengembangan Usaha mikro yang berkelanjutan.

“Pemko Medan menegaskan tidak akan melepas kelompok-kelompok usaha ini berjalan sendiri. Pemko Medan berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya UPPKA melalui rangkaian program pembinaan, pelatihan manajemen usaha, hingga pendampingan berkala agar produk-produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas”, jelas Elviyanti.

Selanjutnya sosialisasi ini diisi dengan pemaparan materi yang disampaikan para narasumber, salah satunya membahas pengelolaan usaha ekonomi produktif dan bekal strategi pengembangan usaha, manajemen kelompok, dan teknik pemasaran modern.

Pertemuan ini berlangsung interaktif tidak hanya pemaparan materi oleh narasumber, para peserta juga bertanya dan berdialog terkait UPPKA.(Mp)