Medan,Pilarbangsa.com – Dalam upaya memperkuat pilar ekonomi keluarga dan mempercepat penurunan angka stunting, Pemko Medan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Medan menggelar kegiatan Sosialisasi Pembentukan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan, Jalan Rotan, Proyek Petisah, Senin (18/5/26).
Sosialisasi dengan tema ‘Melalui UPPKA Kita Tingkatkan Kemandirian dan Kesejahteraan Keluarga’ ini dibuka oleh Kadis P3APMP2KB Kota Medan, Edliaty, diwakili Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga, Elviyanti Pohan.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemko Medan dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, sekaligus mendukung penuh program nasional percepatan penurunan angka stunting melalui ketahanan pangan dan ekonomi domestik yang sesuai dengan visi misi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Kegiatan yang diikuti perwakilan Lurah, Petugas KB (PKB), Petugas Lapangan KB (PLKB), serta para ketua dan anggota kelompok UPPKA, kader KB, dan keluarga akseptor KB se-Kota Medan ini menghadirkan narasumber, Agustina Siregar, Nina Miranda Lubis dan Arwita R. Pasaribu.
Dalam sambutannya, Elviyanti Pohan menyampaikan bahwa program UPPKA merupakan langkah strategis yang sangat dinantikan di tengah tantangan ekonomi keluarga yang kian kompleks. Program ini diarahkan untuk mengubah potensi menjadi aksi nyata lewat kegiatan ekonomi yang produktif.
“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sebagai fondasi utama dalam mewujudkan keluarga berkualitas,” katanya.
Elviyanti juga menambahkan bahwa lewat kelompok UPPKA ini, masyarakat didorong untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan kreativitas, dan membakar semangat berwirausaha dengan asas gotong royong.
Menurut Elviyanti, kelompok usaha nantinya lebih dari sekadar wadah berbisnis, untuk itu pembentukan UPPKA di Kota Medan diharapkan mampu membawa dampak berantai (multiplier effect).
“Dengan meningkatnya pendapatan dan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, pemenuhan gizi anak-anak di Kota Medan diyakini akan jauh lebih baik. Hal ini selaras dengan program prioritas Pemko Medan dalam mengakselerasi penurunan angka stunting”, ujar Elviyanti.
Dijelaskan Elviyanti dalam sosialisasi ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai mekanisme tata cara Pembentukan Kelompok yang legal dan terstruktur dan Manfaat Penguatan Ekonomi berbasis komunitas serta Peluang Pengembangan Usaha mikro yang berkelanjutan.
“Pemko Medan menegaskan tidak akan melepas kelompok-kelompok usaha ini berjalan sendiri. Pemko Medan berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya UPPKA melalui rangkaian program pembinaan, pelatihan manajemen usaha, hingga pendampingan berkala agar produk-produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas”, jelas Elviyanti.
Selanjutnya sosialisasi ini diisi dengan pemaparan materi yang disampaikan para narasumber, salah satunya membahas pengelolaan usaha ekonomi produktif dan bekal strategi pengembangan usaha, manajemen kelompok, dan teknik pemasaran modern.
Pertemuan ini berlangsung interaktif tidak hanya pemaparan materi oleh narasumber, para peserta juga bertanya dan berdialog terkait UPPKA.(Mp)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan