Jambi – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat pembangunan kolam retensi yang diberi nama Danau Telago Kajang Lako sebagai salah satu upaya pengendalian banjir di wilayah kota. Proyek strategis ini menjadi bagian dari program unggulan “Kota Tangguh” yang dicanangkan Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa proses pembangunan saat ini berjalan secara maksimal sesuai dengan tahapan pekerjaan yang telah direncanakan. “Kami melihat pekerjaan telah dilakukan secara maksimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini sudah terpasang sebanyak 148 tiang pancang di dua lokasi dari total keseluruhan lebih dari 1.400 tiang pancang yang direncanakan. Nantinya, pemasangan tiang pancang tersebut akan membentang sepanjang 1,4 kilometer di area pembangunan kolam retensi.

Selain itu, pemerintah juga tengah menunggu kedatangan alat dengan teknologi yang lebih baik agar proses pemasangan tiang pancang dapat dilakukan lebih optimal dan meminimalkan getaran yang dapat berdampak pada bangunan di sekitar lokasi proyek.

Maulana juga menambahkan bahwa saat ini pemerintah kota sedang menyelesaikan proses pembebasan lahan tahap kedua yang ditargetkan selesai pada bulan April, karena anggaran pembayarannya telah tersedia. “Jika sudah genap, luas lahannya akan mencapai sekitar 9 hektare, sementara yang saat ini sedang dikerjakan baru sekitar 3,8 hektare,” jelasnya.

Pemerintah Kota Jambi menargetkan proses pengerjaan proyek kolam retensi ini dapat selesai pada Oktober hingga November 2026. Dengan selesainya pembangunan tersebut, diharapkan kawasan Sistem Asam dapat terbebas dari banjir, terutama saat musim hujan.

Selain itu, Pemkot Jambi juga telah mengirimkan surat kepada Balai Wilayah Sungai untuk kembali membangun kolam retensi lanjutan di kawasan tersebut sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir yang terintegrasi di Kota Jambi. (Ms)