Maulana juga menambahkan bahwa saat ini pemerintah kota sedang menyelesaikan proses pembebasan lahan tahap kedua yang ditargetkan selesai pada bulan April, karena anggaran pembayarannya telah tersedia. “Jika sudah genap, luas lahannya akan mencapai sekitar 9 hektare, sementara yang saat ini sedang dikerjakan baru sekitar 3,8 hektare,” jelasnya.

Pemerintah Kota Jambi menargetkan proses pengerjaan proyek kolam retensi ini dapat selesai pada Oktober hingga November 2026. Dengan selesainya pembangunan tersebut, diharapkan kawasan Sistem Asam dapat terbebas dari banjir, terutama saat musim hujan.

Selain itu, Pemkot Jambi juga telah mengirimkan surat kepada Balai Wilayah Sungai untuk kembali membangun kolam retensi lanjutan di kawasan tersebut sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir yang terintegrasi di Kota Jambi. (Ms)