Namun, Prabowo mengakui sejak awal peluncuran, program tersebut menuai berbagai tanggapan, mulai dari dukungan hingga kritik. Ia menilai sebagian pihak meragukan efektivitas program dan menganggapnya sebagai pemborosan anggaran negara.
“Waktu pertama diluncurkan, saya banyak mendapat kritik dan diragukan akan berhasil,” kata Prabowo.
Presiden juga menyinggung bahwa kritik datang dari berbagai kalangan, termasuk kelompok akademisi dan profesional.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan tetap melanjutkan pelaksanaan program tersebut karena dinilai penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kita ingin memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang baik. Ini investasi untuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan program MBG dapat menjangkau sekitar 80 juta penerima secara bertahap. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama lintas kementerian, lembaga, serta dukungan pemerintah daerah.
Sejumlah pengamat sebelumnya mengingatkan agar pelaksanaan program dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan, mengingat besarnya kebutuhan anggaran dan cakupan penerima manfaat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan