Jakarta,
Gubernur Pramono mengatakan, keterlibatan generasi muda menjadi penting karena aktivitas mereka tidak terpisahkan dari media sosial dan perkembangan teknologi digital. Melalui program ini, Pemprov DKI Jakarta ingin membangun kebiasaan berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, dan bertanggung jawab sebelum membagikan konten.
“Apalagi, mereka sehari-hari sangat dekat dengan media sosial dan menjadi bagian dari ekosistem digital. Acara ini juga untuk melibatkan anak-anak muda dalam berpikir kritis terhadap apa yang terjadi sebenarnya,” ujar Gubernur Pramono.
Menurutnya, tantangan masyarakat saat ini bukan lagi sekadar memiliki akses terhadap teknologi, melainkan kemampuan membedakan informasi yang benar dan menyesatkan. Hal tersebut menjadi semakin penting seiring pesatnya penyebaran konten melalui berbagai platform digital.
Gubernur Pramono mengungkapkan, Jakarta meraih nilai tertinggi secara nasional dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dengan skor 56,97. Namun, capaian tersebut harus diikuti penguatan kemampuan masyarakat dalam mengenali dan menangkal hoaks.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memiliki Jalahoaks sebagai sarana pemeriksaan fakta dan klarifikasi informasi. Kami ingin masyarakat memanfaatkan layanan ini ketika menemukan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru telanjur menyebar dan menimbulkan keresahan,” tegasnya.
Ia berharap para Duta Antihoaks tidak berhenti pada penerimaan penghargaan, tetapi aktif mengajak teman sebaya dan komunitas sekolah membangun budaya bermedia digital secara kritis dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan