Gubernur Pramono juga mengajak generasi muda memanfaatkan kreativitas digital untuk memperkenalkan Jakarta menjelang peringatan 500 tahun kota tersebut pada 2027.
“Terlebih, Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Saya ingin anak-anak muda ikut memperkenalkan Jakarta melalui konten yang kreatif, positif, dan tentunya berdasarkan fakta,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan bahwa program Duta Antihoaks 2026 dilaksanakan melalui seleksi administrasi, pelatihan, serta pengembangan proyek kampanye literasi digital.
Para peserta mengikuti in-house training dan pembekalan penyusunan kampanye di Ancol, Jakarta Utara. Dari proses tersebut, terpilih 10 finalis yang menjalankan proyek kampanye pada 28 Agustus–25 September 2026, kemudian mempresentasikan hasilnya di hadapan dewan juri pada 29 September 2026.
“Generasi muda tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga pembuat konten dan pembentuk opini di lingkungan pergaulannya. Karena itu, program Duta Antihoaks dirancang agar para pelajar dapat menjadi penggerak perubahan perilaku digital,” tegas Marulina.
Selama satu tahun ke depan, kedua Duta Antihoaks akan menjalankan edukasi interaktif ke sekolah-sekolah bersama Diskominfotik DKI Jakarta dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. Kegiatan juga mencakup kampanye digital bulanan, pembentukan agen antihoaks di sekolah, serta edukasi mengenai isu-isu yang berkembang di Jakarta.
“Mereka akan mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi interaktif bersama Diskominfotik dan Komdigi RI. Kemudian, melakukan kampanye digital bulanan, lalu membentuk agen anti-hoaks sekolah, artinya menggandeng komunitas-komunitasnya untuk ikut bersama dalam kegiatan ini dan memberikan edukasi berbasis isu-isu di Jakarta,” ujar Marulina.(Li)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan