SEMARANG,
Menyambut gelaran Kriyanusa 2026, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng, Nawal Arafah Yasin menyemangati agar setiap stan tidak hanya menampilkan satu produk. Menurutnya, beragam potensi daerah perlu ditampilkan, sehingga pengunjung memiliki lebih banyak pilihan produk khas Jateng.
Karena itu, Nawal meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng serta Dekranasda kabupaten/kota memaksimalkan proses kuras produk. Pasalnya, setiap daerah memiliki potensi dan kekhasan yang dapat ditonjolkan dalam Kriyanusa 2026.
Dia mencontohkan Dekranasda Kabupaten Klaten yang rencananya hanya membawa satu brand lokal, yakni Yoga Art dengan produk kain tenunnya. Menurutnya, produk UMKM lain yang memiliki keunikan juga dapat ditampilkan, sehingga satu stan atau perwakilan daerah tidak hanya bergantung pada satu produk.
“Mungkin di satu kabupaten bisa menghadirkan beberapa UMKM, yang kemudian bisa dijadikan pilihan,” kata Nawal, saat Rapat Koordinasi Persiapan Kriyanusa 2026, di Ruang Rapat A2 Kantor Gubernur Jateng, Rabu (9/9/2026).
Adapun 18 stan yang akan mengikuti Kriyanusa 2026 adalah Dekranasda Jateng dan sejumlah Dekranasda kabupaten/kota. Di antaranya Wonogiri, Boyolali, Klaten, Pemalang, Sragen, Sukoharjo, Kota Pekalongan, Kota Magelang, serta Kota Surakarta, dan Kota Semarang yang memiliki dua stan.
Keikutsertaan UMKM Jateng juga melibatkan BUMD dan elemen lainnya. Di antaranya lima stan binaan UMKM Bank Indonesia Jateng, Baznas Jateng, Bank Jateng (Perseroda), serta BPR BKK Jateng (Perseroda).
“Kita bisa lihat contohnya di sini misalnya Bank Indonesia bawa lima UMKM. Dari Rembang ada Seruni Mas, ada Tenun Ikat Dewi Sinta Jepara. Ini menurut kami lebih banyak pilihan, sehingga tidak monoton,” ungkap Nawal.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan