Bandung,Pilarbangsa.comKeselamatan dan kesehatan kerja (K3) bukan hanya soal mencegah kecelakaan di tempat kerja, tetapi juga memastikan setiap pekerja dapat menjalankan aktivitasnya dalam kondisi fisik dan mental yang sehat.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Sonata Talkshow “Kerja Aman, Pulang Nyaman: K3 untuk Pekerja Sehat dan Produktif” pada hari Rabu, 26 Agustus 2026, yang menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM, serta Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Bariati Ratna Aju, SE., SH.

Dalam talkshow tersebut, Agung menjelaskan, risiko kesehatan dalam pekerjaan memiliki cakupan yang luas. Risiko kerja tidak hanya berupa kecelakaan seperti jatuh, tertimpa benda, atau terkena mesin, tetapi juga dapat berasal dari berbagai kondisi lingkungan dan kebiasaan selama bekerja.

“Kalau kita bicara tentang kesehatan kerja, risikonya sebenarnya sangat luas. Jadi risiko kerja itu bukan hanya kecelakaan saat kerja, seperti jatuh, tertimpa, atau terkena mesin,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, salah satu kelompok risiko adalah risiko fisik yang dapat muncul akibat kebisingan, suhu yang terlalu panas atau dingin, pencahayaan yang tidak baik, hingga paparan radiasi pada jenis pekerjaan tertentu.

Selain itu, terdapat pula risiko kimia dan biologis, misalnya paparan zat kimia, asap, logam, maupun bakteri, virus, dan agen biologis pada lingkungan kerja tertentu.

Risiko lain yang kerap dianggap sepele adalah risiko ergonomi. Menurut Agung, posisi kerja yang tidak tepat, duduk terlalu lama, mengangkat beban berat, gerakan yang dilakukan berulang, hingga posisi yang tidak ergonomis ketika bekerja di depan komputer dapat memicu keluhan pada otot, tulang, punggung, leher, dan bahu.

“Makanya harus relaksasi, jadi tidak boleh duduk terlalu lama,” jelasnya. Ia menyarankan pekerja untuk menyempatkan diri berdiri, berjalan atau melakukan peregangan setelah duduk dalam waktu lama agar tubuh tidak terus berada dalam posisi yang sama.

Tidak hanya kondisi fisik, Agung juga menyoroti risiko psikososial yang semakin relevan dalam dunia kerja. Beban kerja berlebihan, tekanan di tempat kerja, konflik, hingga kondisi yang dapat memicu stres dan burnout dapat memengaruhi kesehatan pekerja.

Menurutnya, pekerja yang menghadapi beban pekerjaan berat tidak seharusnya menanggung semuanya seorang diri. Berkomunikasi dengan rekan kerja, berbagi beban, serta meminta bantuan ketika diperlukan merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari tekanan yang semakin berat.

“Prinsipnya, jangan menanggung semuanya sendiri. Berbagilah beban, sharing, terus minta pertolongan orang lain. Itu lebih baik dibandingkan menanggung semua pekerjaan itu sendiri,” ungkap Agung.