Umbulharjo,Pilarbangsa.com – Semangat kebersamaan dan optimisme mewarnai peringatan Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang dirangkaikan dengan penutupan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Minggu (2/8). Momentum tersebut menjadi ajang memperkuat sinergi antara pelajar dan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam membangun generasi muda yang berkarakter, kreatif, serta peduli terhadap lingkungan dan budaya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengajak pelajar IPM tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan positif di tengah masyarakat. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadirkan berbagai gerakan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
“IPM jangan hanya menjadi organisasi pelajar, tetapi juga menjadi penggerak. Kami ingin kegiatan-kegiatan konkret yang bisa mengajak anak muda berkarya, menjaga lingkungan, melestarikan budaya, hingga menjadi pelopor gerakan anti-narkoba,” ujar Wawan.
Ia menuturkan, Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini tengah memperkuat pendidikan berbasis budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar. Salah satunya melalui program Sabtu Sinau yang dilaksanakan setiap Sabtu pagi dengan berbagai aktivitas seperti belajar bahasa Jawa, aksara Jawa, karawitan, hingga tembang Jawa.
“Budaya lokal harus kembali menjadi ruh pendidikan kita. Dengan local wisdom, anak-anak akan memiliki karakter dan budi pekerti yang kuat,” katanya.
Di sisi lain, Wawan mengingatkan pelajar agar menjauhi pergaulan negatif, terutama penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang kini semakin mudah diakses oleh kalangan remaja. Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan langkah-langkah pencegahan.
Menurutnya, IPM dapat mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam mengedukasi pelajar agar terhindar dari narkoba sekaligus menghadirkan aktivitas positif yang mampu menjadi alternatif bagi anak muda.
“Kami berharap teman-teman IPM menjadi motor penggerak gerakan anti-narkoba. Anak-anak muda perlu lebih banyak ruang untuk berkegiatan yang positif daripada hanya nongkrong tanpa arah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan