Huzhou, Zhejiang,Pilarbangsa.com – Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD Kota Bekasi menyepakati sejumlah langkah percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) usai menggelar pembahasan teknis dengan Wangneng Environment di Huzhou, China(29/6).
Pertemuan tersebut menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan tantangan sebelum konstruksi dimulai.
Wangneng menyampaikan sejumlah aspek yang memerlukan dukungan pemerintah daerah, mulai dari kesiapan lahan, akses menuju lokasi proyek, utilitas pendukung, percepatan perizinan, hingga koordinasi lintas instansi agar pembangunan berjalan sesuai jadwal.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan seluruh masukan tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah dengan dukungan DPRD Kota Bekasi sesuai fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan.
“Kami ingin seluruh potensi hambatan diselesaikan sebelum pembangunan dimulai. Dengan begitu, ketika memasuki tahap konstruksi, seluruh pihak sudah memiliki kepastian mengenai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.” Ungkapnya.
Menurut Tri, pembangunan PSEL merupakan proyek strategis yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Kota akan fokus menyelesaikan aspek teknis dan administrasi, sementara DPRD mengawal dukungan kebijakan, penganggaran, dan fungsi pengawasan agar proses pembangunan berjalan sesuai target.
“Kami memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan proyek ini berjalan tepat waktu dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Bekasi. Karena itu, pemerintah dan DPRD teris bergerak dalam satu irama.” lanjutnya.
Tri mengatakan dirinya telah meminta seluruh perangkat daerah bekerja secara simultan untuk menuntaskan pekerjaan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, termasuk penyelesaian akses jalan menuju lokasi proyek, kesiapan utilitas pendukung, serta percepatan proses perizinan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan