Bandung,Pilarbangsa.comPemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar kegiatan silaturahmi bersama para tokoh agama Hindu dalam rangka peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Humas Kota BandungRabu, 01 April 2026 17:22
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam sambutannya mengatakan, Kota Bandung merupakan salah satu daerah dengan tingkat toleransi yang terus dijaga melalui kolaborasi lintas sektor, meskipun diakuinya masih terdapat tantangan yang harus dihadapi.

“Indeks toleransi kita belum 100 persen. Artinya, masih ada potensi intoleransi. Maka dari itu, kita tidak boleh menutup mata. Kita harus mengelola dan menyelesaikan konflik secara bijak, bukan sekadar menyembunyikannya,” ujar Farhan, Rabu, 1 April 2026.

Menurutnya, Pemkot Bandung bersama Forkopimda, Kementerian Agama, serta berbagai lembaga terkait terus memperkuat sinergi dalam mencegah dan menangani konflik keagamaan.

Menurutnya, kemampuan mengelola perbedaan merupakan indikator kedewasaan sebuah kota.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti kedekatan momentum Hari Raya Nyepi dengan Idulfitri dan Paskah tahun ini.

Ia menilai, ketiga perayaan tersebut memiliki kesamaan nilai spiritual, yakni pengendalian diri, introspeksi, dan kembali pada fitrah sebagai manusia.

“Nyepi dan Ramadan mengajarkan hal yang sama, yaitu menahan diri dan melakukan refleksi. Ini menunjukkan bahwa di balik perbedaan, ada nilai universal yang menyatukan kita,” katanya.

Lebih lanjut, Farhan menyebut semangat Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa sebagai landasan penting dalam kehidupan berbangsa, yakni mencari kebenaran bersama, bukan saling menyalahkan.

Ia juga mengapresiasi, peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang selama hampir tiga dekade menjadi penyeimbang dalam menjaga harmoni antarumat beragama di Kota Bandung.

Selain itu, dukungan TNI dan Polri dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan daerah.