Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bandung, I Ketut Adi Purnama menyampaikan, apresiasi kepada Pemkot Bandung atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wujud nyata komitmen menjaga toleransi.

Ia menjelaskan, Hari Raya Nyepi merupakan momentum spiritual bagi umat Hindu melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yang mengajarkan introspeksi diri serta keseimbangan antara manusia dan alam semesta.

“Melalui Nyepi, kami diajak untuk menata kembali kehidupan serta menjaga harmoni antara buana alit dan buana agung,” ujarnya.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada umat muslim, sebagai bentuk penguatan persaudaraan lintas agama.

Selain itu, PHDI Kota Bandung turut menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, di antaranya dukungan terhadap pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut serta usulan perubahan nama Kelurahan Sukamiskin yang dinilai memiliki konotasi kurang baik.

Kegiatan silaturahmi ini menjadi refleksi kuat bahwa Kota Bandung terus berupaya menjaga harmoni dalam keberagaman.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan nilai toleransi dapat semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup, kedua pihak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat sinergi demi mewujudkan Kota Bandung yang damai, harmonis, dan sejahtera.(Fi)