Dedie Rachim menambahkan, kebersamaan yang telah terbangun selama ini dilandasi nilai-nilai luhur untuk menjadikan Kota Bogor sebagai tempat bagi seluruh masyarakat untuk hidup berdampingan, saling menghormati, serta bersama-sama membangun peradaban dan kemajuan.

 

“Semua harus hidup rukun berdampingan, harus mau saling bersilaturahmi. Dan istimewanya Kota Bogor, hampir semua perwakilan tokoh agama bukan hanya secara formal ada di organisasi, tetapi sudah menjadi sahabat dan betul-betul menjadi keluarga besar Kota Bogor,” ucapnya.

 

Modalitas ini, sambungnya, yang kemudian menjadi sebuah proses teknis menghadapi apa pun kondisi dan tantangan yang hadir melalui proses dialog yang positif dan benar-benar dapat menjadikan Kota Bogor aman, nyaman, dan kondusif.

 

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Adhitya Panji Anom, yang turut hadir dalam pengukuhan tersebut, berharap para pengurus forum dapat berkontribusi menjaga keamanan, kenyamanan, dan Selamat di Kota Bogor.

 

Ia menegaskan, kepolisian siap berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya para pengurus forum yang baru dikukuhkan.

 

“Diharapkan para pengurus dapat berkontribusi terhadap kondisi dan situasi Kota Bogor agar selalu aman, nyaman, dan tertib. Secara umum kami ingin berkolaborasi dengan semua elemen Kota Bogor, khususnya yang baru dikukuhkan. Saran dan masukan yang kami kenang,” katanya.(Red)