Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada semester pertama 2026 tercatat sebesar 5,8 persen. Namun, angka tersebut dinilai belum cukup untuk mengembalikan kondisi perekonomian ke tingkat sebelum pandemi Covid-19, ketika pertumbuhan ekonomi Bandung mencapai 7,2 persen pada 2019.
Farhan menyatakan, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan, tetapi juga dari penurunan ketimpangan sosial dan pengangguran.
“Pekerjaan besar kita bukan hanya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas pertumbuhan tersebut sehingga bisa dinikmati secara merata,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso menyampaikan, sektor ritel modern memiliki peran penting dalam membuka akses pasar bagi produk lokal. Ia menyebut hampir 80 persen produk lokal telah masuk ke ritel modern.
Menurut Budi, produk lokal yang mampu memenuhi standar kualitas memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke jaringan ritel dan menjangkau konsumen secara luas.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung usaha kecil dan menengah agar mampu berkembang serta menembus pasar ekspor melalui berbagai program kurasi dan fasilitasi pemerintah.
Melalui momentum Hari Ritel Nasional 2026, diharapkan sektor ritel semakin berperan dalam memperkuat ekonomi nasional dan daerah, sekaligus membuka peluang usaha serta lapangan kerja bagi masyarakat. (Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan