Fasilitator Wirasena Youth Camp 2026, Ni Ketut Alit Astuti, mengatakan bahwa rangkaian kunjungan tersebut dirancang untuk menghubungkan materi pembelajaran di kelas dengan kondisi dan pengalaman nyata di lapangan.

“Melalui kunjungan ke Kampung Pramuka, teman-teman belajar berempati terhadap lingkungan. Kemudian, di Kota Tua, kita menelusuri kembali sejarah dan budaya Indonesia. Terakhir, di Monas, kita mengingat kembali perjuangan para pahlawan hingga Indonesia bisa merdeka seperti sekarang,” ujar Alit.

Ia berharap nilai patriotik, gigih, dan berempati yang dipelajari selama kegiatan dapat semakin dipahami dan diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami dari fasilitator sangat berharap apa yang dipelajari di kelas, yaitu patriotik, gigih, dan berempati, bisa mereka pelajari juga ketika tur keliling Jakarta,” tambahnya.

Melalui pembelajaran kontekstual ini, Wirasena Youth Camp 2026 diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, memahami sejarah serta budaya bangsa, dan mampu menerjemahkan semangat patriotisme ke dalam tindakan nyata.(Li)