Selain edukasi, sekolah membentuk duta pangan aman dan bekerja sama dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) untuk mengenalkan kandungan gizi pada kemasan makanan.
Siswa juga dibiasakan menerapkan Cek KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.
Pemeriksaan keamanan pangan turut mencakup kantin, katering sekolah, serta bekal yang dibawa siswa dari rumah.
Pengetahuan anak juga dievaluasi melalui tes sebelum dan sesudah edukasi.
Dedi berharap program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain untuk membangun budaya keamanan pangan sejak dini.
Sehingga siswa tidak hanya berprestasi secara akademis, tetapi juga terbiasa menjaga kesehatan melalui pilihan makanan sehari-hari.
“Harapannya, kebiasaan memilih makanan yang aman dan sehat ini terus diterapkan oleh anak-anak. Program ini bukan hanya soal prestasi sekolah, tetapi juga upaya mempersiapkan generasi yang sehat,” tutupnya.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan