“Peringatan Hari Santri mengandung makna mendalam tentang sejarah jihad yang digelorakan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari melawan penjajah. Hari ini, resolusi jihad kita adalah memerangi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.
Ditambahkan, Jawa Tengah memiliki sekitar 5.325 pesantren dengan 815.504 santri. Pemprov Jateng terus menggulirkan program beasiswa pendidikan hingga jenjang magister ke luar negeri, bagi para santri.
Gus Yusuf menegaskan peringatan Hari Santri tak boleh berhenti di seremonial semata.
“Hari Santri tidak hanya sekedar upacara atau ramai-ramai, tetapi kita maknai lebih dalam untuk meneruskan tugas para ulama, yakni himayatul ummah wa himayatul wathon, menjaga keselamatan umat dan bangsa,” tegas Gus Yusuf.
Sementara itu, Gus Kautsar mengingatkan peran penting santri di tengah masyarakat.
“Santri harus selalu siap menjadi solusi bagi siapa pun yang sedang jatuh-jatuhnya. Yang paling mengerti bagaimana cara kita bangkit dan berjuang ketika jatuh, itu seharusnya santri,” tutur Gus Kautsar. (Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan