“Dengan sistem ini, kami ingin kontribusi dunia usaha dapat lebih tepat sasaran karena diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar ada di lapangan,” kata Pri.

Program sayembara SI-BALAI KEREN secara berkala akan terus di update sehingga masih terbuka kesempatan bagi perusahaan lain untuk mengambil bagian dalam pembangunan Kota Bekasi.

“Kami ingin Pemerintah Kota Bekasi tidak hanya hadir ketika pelaku usaha membutuhkan perizinan, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam mendukung pengembangan usaha dan peningkatan investasi,” tambahnya.

Selain mendorong kemudahan berusaha, Pemkot Bekasi terus mengajak pelaku usaha memenuhi kewajiban penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sesuai ketentuan. Pelaporan tersebut menjadi bagian penting dalam memantau perkembangan kegiatan usaha sekaligus mengukur realisasi investasi di Kota Bekasi.

Bagi Tri, investasi yang berkualitas harus memberikan dampak yang lebih luas bagi daerah. Pertumbuhan investasi diharapkan berjalan beriringan dengan kontribusi sosial dan lingkungan melalui kemitraan yang terarah antara pemerintah dan dunia usaha.

“Investasi yang berkualitas hendaknya tidak hanya memberikan keuntungan secara ekonomi, tetapi juga membawa manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat,” katanya.

Dalam BIG 2026, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghargaan kepada perusahaan dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Apresiasi diberikan berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kepatuhan terhadap ketentuan perizinan berusaha, ketertiban pelaporan LKPM, kerja sama kemitraan dengan pelaku UMKM, serta partisipasi dalam program TJSL.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Bekasi atas peran dunia usaha sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Tri berharap kolaborasi yang telah dibangun dapat terus diperluas sehingga semakin banyak perusahaan yang mengambil bagian dalam pembangunan Kota Bekasi.

“Semoga apresiasi ini menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk semakin tertib menjalankan kewajiban, aktif berkolaborasi dengan pemerintah, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui BIG 2026 dan SI-BALAI KEREN, Pemerintah Kota Bekasi mendorong terbentuknya ekosistem investasi yang lebih terbuka dan kolaboratif. Investasi yang masuk diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dan percepatan pembangunan Kota Bekasi.(Fi)