“Kita juga harus terus mengangkat isu-isu krusial terkait misalnya hak asasi manusia, keadilan, serta akses terhadap hukum. Kemudian kita juga terus menggelorakan bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi sekarang kian beragam,” ungkap istri Wagub Jateng.
Selain memberikan edukasi, para relawan diharapkan dapat menjadi fasilitator bagi korban untuk mengakses layanan bantuan hukum, konseling, maupun medis. Sehingga, ketika ada korban yang melapor, kebutuhan pendampingan dapat segera direspons sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing korban.
Nawal menegaskan, pendampingan sangat penting karena kekerasan dapat berdampak buruk terhadap kehidupan korban. Perlindungan tidak cukup hanya fokus pada penanganan kasus, tetapi juga perlu memperhatikan keselamatan, kesehatan mental, kemandirian, serta kelangsungan masa depan korban.
“Maka dampaknya ini juga sangat-sangat kita rasakan sekali bagaimana keselamatan, kesehatan mental, kemandirian, dan masa depan korban,” ucap Ketua Tim Penggerak PKK Jateng tersebut.
Ke depan, Relawan Perunggu akan disinergikan dengan Kader Perak (Penggerak Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak) Tim Penggerak PKK Jateng di Kecamatan Berdaya, program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin.
Selain itu juga disinergikan dengan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di seluruh desa dan kelurahan di Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat jaringan pendampingan dan memudahkan korban memperoleh layanan perlindungan sesuai kebutuhan. (Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan