Di sisi lain, Farhan mengatakan klaim mengenai ratusan orang yang disebut mengalami keracunan juga masih harus diverifikasi. Pemkot Bandung belum memastikan kebenaran angka tersebut karena data yang masuk ke Dinkes masih dalam proses pendataan dan pencocokan.

“Klaim atau tuduhan yang mengatakan bahwa sampai ratusan orang mengalami korban keracunan itu sedang kita selidiki,” ujarnya.

Dinkes Kota Bandung juga akan memantau kondisi kesehatan warga yang dilaporkan mengalami keluhan. Pendataan akan dilakukan dengan melibatkan rumah sakit untuk memastikan identitas pasien, keluhan yang dialami hingga dokter yang memberikan diagnosis.

Farhan menekankan, setiap laporan harus dapat dipertanggungjawabkan dan diverifikasi secara jelas.

“Kalau saya bilang, ‘Saya keracunan makan di restoran A karena kata si dokter B’, maka sayanya mesti diidentifikasi, restoran A-nya diidentifikasi, dokter B-nya yang memberikan diagnosis harus diidentifikasi dan memberikan pertanggungjawaban medisnya,” jelas Farhan.

Selanjutnya, Pemkot Bandung akan menyusun analisis hipotesis kasus keracunan makanan serta laporan perkembangan kasus yang dipimpin Dinkes Kota Bandung dan dilaporkan kepada Dinkes Provinsi Jawa Barat.

Farhan memastikan Pemkot Bandung tidak menutup kemungkinan melakukan intervensi terhadap operasional restoran apabila hasil akhir investigasi menunjukkan adanya pelanggaran yang membahayakan konsumen.

“Bisa, bisa aja. Tergantung dari temuan akhir, pada akhirnya kan sekarang lagi menunggu disimpulkan,” ungkapnya.

Untuk sementara, restoran 88 Seoul masih menjadi objek penyelidikan. Farhan mengatakan pihak manajemen juga memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan menutup sementara restoran selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Kalau memang manajemen memutuskan untuk, ‘Udah kita tutup aja daripada disorot terus’, ya itu mah keputusan manajemen,” ujarnya.

Farhan menuturkan, langkah investigasi tersebut dilakukan bukan semata-mata untuk menyikapi kasus 88 Seoul, tetapi sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan wisata kuliner di Kota Bandung.

“Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa wisata kuliner di Kota Bandung aman dan terawasi dengan baik,” tuturnya.(Fi)