Selain sebagai ruang aktivitas warga, Mardi berharap CFD dapat membantu menyediakan kawasan dengan udara yang lebih bersih di tengah meningkatnya polusi Kota Bandung.

“Mudah-mudahan CFD ini bisa berjalan seperti dulu lagi. Kita bisa jalan, jogging, atau bersepeda dengan udara yang lebih sehat,” katanya.

Sementara itu, Braga Beken juga disambut antusias warga dan wisatawan. Salah seorang warga, Nuri. Ia menilai dibukanya kembali Braga Beken memberikan dampak positif, terutama terhadap kelancaran lalu lintas di kawasan Braga.

“Menurut saya bagus. Kalau jalan lebih leluasa, tidak berbenturan dengan mobil atau kendaraan,” ujar Nuri.

Meski menyambut baik pelaksanaan CFD, Nuri menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi agar kegiatan dapat berjalan lebih tertib. Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah penataan lahan parkir.

“Parkirnya jangan sembarangan,” katanya.

Selain persoalan parkir, Nuri juga menyoroti keberadaan pedagang di sejumlah titik yang dinilai masih perlu ditertibkan. Menurutnya, pedagang yang berada di pinggir jalan berpotensi mengganggu akses kendaraan dan menyebabkan kemacetan.

“Pedagang juga harus tertib, jangan terlalu banyak pedagang di pinggir jalan. Masih ada satu-dua yang berjualan di sana,” ujar Nuri.

Ramdan, seorang pengrajin wayang golek yang telah lama berada di kawasan Braga, turut memberikan tanggapannya mengenai kembali digelarnya Braga Beken.

Sebagai pengrajin wayang golek yang telah lama berada di kawasan tersebut, Ramdan berharap penataan kawasan dapat terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah maupun berbagai pihak terkait.(Fi)