Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengelolaan komunikasi publik di tingkat pusat maupun daerah semakin adaptif terhadap perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat. Pemanfaatan AI dan pengukuran media digital diharapkan dapat mendukung terwujudnya komunikasi pemerintah yang lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan publik.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Batang Vidi Bahtiar Bethan menyampaikan, bahwa keikutsertaannya sebagai peserta dalam Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan komunikasi publik, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).

“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan pengelolaan komunikasi publik saat ini. Terutama terkait monitoring isu publik dan analisis sentimen berbasis AI, karena perkembangan isu di ruang digital berlangsung sangat cepat dan membutuhkan pemantauan yang lebih sistematis,” ujar dia.

Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu pemerintah dalam membaca kecenderungan isu dan respons masyarakat terhadap berbagai informasi yang beredar di ruang publik. Namun, hasil analisis tetap perlu dipahami dan ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan konteks serta kondisi di lapangan.

“Selain monitoring isu, pengukuran media komunikasi digital juga penting untuk mengetahui sejauh mana informasi yang disampaikan pemerintah dapat menjangkau dan diterima masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi agar strategi komunikasi publik ke depan semakin efektif,” pungkasnya.

Ia berharap, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam workshop tersebut dapat diterapkan dalam penguatan komunikasi publik di Kabupaten Batang, sekaligus mendorong pengelolaan informasi pemerintah yang lebih adaptif, berbasis data, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. (Ft)