“Semakin banyak masyarakat yang memahami bahasa isyarat, semakin besar peluang kita mengurangi hambatan komunikasi yang dihadapi teman-teman Tuli dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 

Ratu Dewa menambahkan, Pemerintah Kota Palembang terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang inklusif melalui peningkatan akses pada sektor pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, fasilitas umum, ruang publik, hingga berbagai layanan pemerintah lainnya.

 

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Sosial telah menyalurkan 100 alat bantu dengar kepada penyandang disabilitas untuk meningkatkan aksesibilitas, kemandirian, dan kualitas hidup mereka.

 

Rangkaian Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 juga diisi berbagai kegiatan, mulai dari pawai dan kampanye publik, sosialisasi, pameran, bazar, hiburan seni teman-teman Tuli, hingga edukasi mengenai BISINDO.

 

Berbagai kegiatan tersebut menjadi pertemuan antara komunitas Tuli dengan masyarakat luas sehingga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus mengurangi stigma serta hambatan sosial yang masih dihadapi penyandang disabilitas.

 

Di akhir Perayaannya, Ratu Dewa mendorong teman-teman Tuli untuk terus berkarya, berprestasi, aktif berorganisasi, serta mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan. 

 

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga yang terus mendampingi serta mendukung anggota keluarga tuli.

 

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, keluarga, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar Palembang semakin ramah dan inklusif bagi seluruh warganya,” tutupnya.

 

Usai mengundang Penerima, Ratu Dewa secara resmi membuka Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 di Kota Palembang sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan semakin memperkuat semangat kesetaraan dan inklusivitas di Bumi Sriwijaya.(Sp)