Menurut Wagub Rano, Jakarta memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa karena menjadi tempat berlangsungnya berbagai momentum kebangsaan, mulai dari Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, hingga Rapat Raksasa IKADA. Berbagai peristiwa tersebut turut membentuk Jakarta sebagai ruang perjumpaan masyarakat dari beragam latar belakang budaya yang berkembang menjadi identitas kota yang beragam dan dinamis.

Karena itu, ia menegaskan, langkah Jakarta menuju kota global perlu tetap berpijak pada sejarah dan identitas yang telah membentuk kota. Pembangunan transportasi, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, kebudayaan, dan sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga ingatan Jakarta sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.

“Perjuangan masyarakat tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, tetapi melalui upaya mengatasi kemiskinan dan ketimpangan, memperluas akses pendidikan dan kesempatan kerja, memperbaiki transportasi, menjaga lingkungan, serta melindungi kelompok rentan,” tegasnya.

Semangat perjuangan tersebut, lanjutnya, juga diperlukan ketika Jakarta menghadapi berbagai perubahan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pengembangan Kepulauan Seribu, kemajuan teknologi, hingga tumbuhnya generasi baru.

“Hari ini Jakarta bekerja untuk menjadi kota yang menghadirkan keadilan dan kehidupan yang lebih baik bagi semua. Dari Lapangan IKADA, dari Jakarta hingga New York, Amerika, pesannya tetap sama: Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton perjalanan dunia. Indonesia harus ikut menulis masa depan dunia,” pungkasnya.(Li)