Ia juga berpesan agar mahasiswa memiliki keberanian menyampaikan aspirasi dan kritik secara konstruktif. Menurutnya, suara mahasiswa merupakan bagian dari dinamika kehidupan masyarakat yang perlu didengar dan menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Sementara itu, Rektor UIKA Bogor Prof. Dr. H. E. Mujahidin menyampaikan bahwa mahasiswa UIKA harus mulai mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin yang mampu membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia menegaskan bahwa pembangunan harus berlangsung secara estafet dan membutuhkan generasi penerus yang siap melanjutkannya.

Melalui, Pekan Ta’aruf menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus membangun karakter mahasiswa baru. Ia menyebut mahasiswa UIKA berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan terdapat mahasiswa internasional dari Burkina Faso.

“Mahasiswa UIKA harus dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang membawa kebaikan untuk umat, masyarakat dan bangsa. Karena pembangunan itu tidak bisa berhenti, harus estafet dan terus-menerus,” ujar Mujahidin. (Tim Komunikasi Publik.(Red)