Selama masa transisi hingga Oktober 2026, Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan tarif khusus sementara sambil menunggu penetapan tarif definitif.

“Selama masa transisi hingga Oktober 2026 berlaku tarif khusus sementara, yaitu rute Kelapa Gading–Velodrome Rp5.000, dari stasiun eksisting ke stasiun baru Rp5.008, dan antarstasiun baru Rp8, sedangkan tarif definitif masih menunggu proses penetapan,” imbuh Gubernur Pramono.

Kawasan Manggarai juga diarahkan menjadi simpul integrasi antarmoda melalui pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD). Selain Manggarai, pengembangan TOD juga diarahkan di Kelapa Gading dan Pulomas.

“Manggarai menjadi simpul penting integrasi antarmoda yang terhubung dengan KRL, Kereta Bandara, dan TransJakarta, serta pengembangannya diarahkan melalui kawasan TOD di Kelapa Gading, Pulomas, dan Manggarai,” tutur Gubernur Pramono.

Pemprov DKI juga terus menjaga aspek inklusivitas dalam layanan transportasi publik. Melalui Kartu Layanan Gratis, 15 golongan masyarakat dapat memperoleh akses gratis pada Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta sesuai kriteria penerima.

Pengembangan LRT Jakarta tidak berhenti di Manggarai. Pemprov DKI menyiapkan kelanjutan jalur sekitar dua kilometer menuju Dukuh Atas dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun. Koridor tersebut direncanakan dilengkapi pedestrian deck serta terintegrasi dengan MRT, KRL, Transjakarta, LRT Jabodebek, dan Kereta Bandara.

“Pengembangan LRT tidak berhenti di Manggarai. Pemprov menyiapkan kelanjutan sekitar dua kilometer menuju Dukuh Atas dengan investasi sekitar Rp2,7 triliun, dilengkapi pedestrian deck dan integrasi MRT, KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek, serta Kereta Bandara,” terang Gubernur Pramono.

Ke depan, jaringan LRT juga disiapkan menuju Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Jakarta Kota, serta Halim. Pemprov DKI membuka peluang dukungan pembiayaan agar pengembangan jaringan tersebut dapat terus dilanjutkan.

“Ke depan jaringan juga disiapkan menuju JIS–Ancol sampai Jakarta Kota dan Halim, dan kami memohon dukungan Presiden agar pengembangan ini berlanjut termasuk membuka kemungkinan investasi Danantara, karena yang dibangun bukan sekadar jalur kereta melainkan konektivitas kota yang semakin mudah, nyaman, dan terintegrasi,” pungkasnya.(Li)