Bandung,Pilarbangsa.com  – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai seluruh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten dan kota di Jawa Barat harus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan produk dan perluasan pasar bagi para perajin serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Farhan saat menyambut Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat bersama seluruh Ketua Dekranasda dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam rangka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Kota Bandung.

Menurut Farhan, Rakerda Dekranasda harus menjadi ruang untuk membangun kerja sama yang saling melengkapi dan menguatkan antarwilayah.

“Rakerda ini adalah platform kolaborasi antar kota dan kabupaten se-Jawa Barat. Khususnya Dekranasda, harus menjadi kolaborasi yang saling melengkapi dan menguatkan,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Selasa, 15 September 2026.

Ia membayangkan kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui pertukaran pelaku usaha dan produk antardaerah.

Para pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat dapat diberikan ruang untuk memperkenalkan produknya di daerah lain, termasuk melalui Galeri Dekranasda Kota Bandung.

Farhan menilai, pola tersebut dapat membuka peluang pengembangan produk sekaligus memperluas akses pasar.

“Kita di Kota Bandung mungkin sudah terlalu asyik dengan Kota Bandung-nya, kadang lupa ada sesuatu yang baru di Garut, ada sesuatu yang baru di Tasik, ada sesuatu yang baru di Bogor, mungkin juga tetangga kita di Cimahi. Barangkali ada sesuatu yang baru,” katanya.

Sebaliknya, Farhan juga mendorong produk-produk binaan Kota Bandung untuk memperluas pasar ke daerah lain di Jawa Barat. Menurutnya, pemasaran produk tidak harus selalu berpusat di Kota Bandung.

Ia mencontohkan, produk dari Kota Bandung berpeluang memiliki pasar di Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Indramayu, maupun wilayah lainnya.

“Peluang-peluang tersebut harus menjadi sebuah platform kerja sama dan kolaborasi di antara kita. Platform inilah yang harus dibina lewat komunikasi yang intens,” tutur Farhan.

Ia berharap para pengurus Dekranasda di 27 kabupaten/kota memiliki wadah komunikasi yang aktif, terutama dalam pengembangan produk (product development) dan pengembangan pasar (market development).

Farhan menilai, penguatan sektor tersebut penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, termasuk Kota Bandung.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Bandung sebelum pandemi Covid-19 berada di angka sekitar 7,2 persen, sedangkan saat ini berada di kisaran 5,76 persen.

“Kami di Kota Bandung belum pulih. Kami masih berjuang,” ujarnya.

Menurut Farhan, selain sektor jasa, perdagangan, pendidikan dan ekonomi kreatif yang selama ini menjadi kekuatan Kota Bandung, sektor manufaktur juga perlu kembali diperkuat. Pertumbuhan manufaktur saat ini baru sekitar 0,2 persen.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung mendorong pertumbuhan industri manufaktur skala menengah dan kecil sebagai salah satu upaya menggerakkan ekonomi dari tingkat pelaku usaha.

Salah satu dukungan yang tengah diperkuat adalah akses pembiayaan bagi UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bekerja sama dengan Bank BJB.

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung sebelumnya telah mempertemukan lebih dari 100 calon penerima KUR dengan komitmen pembiayaan mencapai Rp10,3 miliar. Hingga saat ini, realisasi pembiayaan tersebut telah mencapai sekitar Rp2,4 miliar.

“Kita akan dorong terus. Pengembangan ini juga akan menjadi platform kerja sama keuangan, akses modal dan peningkatan kelas para pelaku usaha menjadi pelaku usaha yang bankable,” katanya.

Menurut Farhan, proses menjadi pelaku usaha yang bankable juga mendorong UMKM untuk membenahi tata kelola bisnis, mulai dari pembukuan, penyusunan rencana bisnis hingga pengelolaan keuangan yang sehat.

Farhan berharap Rakerda Dekranasda Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat perajin dan pelaku UMKM agar semakin berkembang.

“Semoga bisa memberikan sebuah hasil yang memastikan bahwa Dekranasda selalu hadir untuk membantu perajin dan pelaku UMKM agar naik kelas, memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk serta menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih baik bagi warga Jawa Barat,” harapnya.(Fi)