“Kita berharap ada kejutan dari cabor yang prestasinya terus meningkat selama masa try out, seperti boccia dan para panahan. Para atletik juga menunjukkan performa signifikan. Semoga cabor-cabor ini bisa memberikan kompensasi atas hilangnya cabor para catur,” jelasnya.

Perhitungan kekuatan kontingen akan dilakukan setelah seluruh cabor menyelesaikan masa try out. Para atlet kemudian memasuki fase maintenance pada akhir September sebelum bertolak ke Nagoya pada pertengahan Oktober.

“Dari hasil kualifikasi ada sekitar 100 atau 105 atlet yang sudah lolos. Kita tinggal menunggu dua sampai tiga cabor untuk pengumumannya. Insya Allah pertengahan bulan ini sudah jelas siapa yang akan berangkat ke Nagoya,” ungkap Rima.

Atlet para panahan Indonesia Kholidin mengaku semakin percaya diri menghadapi Asian Para Games 2026. Pengalaman tampil di Hyundai World Archery Para Series 2026 di India menjadi salah satu modalnya.

“Pengalaman di India kemarin sangat luar biasa, karena kejuaraannya didesain seperti Paralimpiade. Lawan-lawannya sangat luar biasa. Saya sampai tiga kali sama terus nilainya. Alhamdulillah saya bisa dapat perak individu dan perunggu mixed team,” kata Kholidin.

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Kholidin untuk meningkatkan performanya sebelum tampil di Jepang.

“Pengalaman itu menjadi modal buat saya untuk event selanjutnya di Jepang. Semoga saya bisa mendapatkan yang lebih baik, Insya Allah bisa mendapatkan medali emas,” ujarnya.

Kholidin menyebut persiapannya saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Sisa waktu menuju pertandingan akan dimanfaatkan untuk mematangkan persiapan.

“Alhamdulillah kesiapan kami sudah 90 persen. Tinggal 10 persen sisanya kami persiapan lagi agar lebih matang,” tegasnya.(Li)