“Semoga final dan juara satu tahun ini,” harapnya.

Setelah perlombaan selesai, Pevi berencana menikmati suasana Kota Semarang, dengan mengunjungi tempat wisata dan mencicipi kuliner. Dia juga ingin mengunjungi bazar MTQ yang sebelumnya dilihat melalui TikTok.

“Jalan-jalan sih, karena sudah lihat di TikTok, cari-cari food-nya apa saja, terus tempat wisatanya. Pingin banget ke bazar MTQ untuk lihat apa saja yang ada di sana,” tuturnya.

Peserta lainnya, Andi Faiz Azizi, mengikuti cabang kaligrafi hias mushaf sebagai wakil Papua Barat. Keikutsertaannya di MTQ XXXI 2026 menjadi pengalaman pertama mengikuti MTQ tingkat nasional, sekaligus kunjungan pertamanya ke Jawa Tengah.

“Saya sebagai cabang kaligrafi hias mushaf mewakili Provinsi Papua Barat. Ini yang pertama kali dan perdana mengikuti. Alhamdulillah, bisa berkontribusi dalam event ini. Tentunya sangat bersyukur dan sangat senang juga, karena baru pertama kalinya,” kata Andi.

Dia menilai venue perlombaan cukup luas dan nyaman untuk peserta kaligrafi. Menurutnya, kondisi ruangan yang sejuk dan tidak terlalu berisik, membuat peserta lebih mudah berkonsentrasi menyelesaikan karya.

“Tempatnya cukup luas dan nyaman. Pada umumnya kaligrafi itu tempat yang sejuk dan tidak terlalu berisik, dan saya rasa di sini cukup bagus dan efisien,” terangnya.

Karena baru pertama kali datang ke Jawa Tengah, Andi berharap dapat menyempatkan diri mengunjungi tempat wisata dan mencicipi makanan khas daerah setelah perlombaan. Namun, untuk sementara dia masih berfokus menyelesaikan rangkaian kompetisi.

“Jalan-jalan ke Jawa Tengah, mau coba jalan-jalan ke tempat wisata. Makanan khas sini sih mau,” imbuhnya.

Andi menyatakan bersyukur telah menyelesaikan karya kaligrafi hias mushaf yang dilombakan. Dia berharap hasil karyanya dapat membawa meraih prestasi dalam MTQ XXXI 2026.(Ft)