Ia menilai, kejadian tersebut tidak boleh sampai mengganggu hak anak untuk memperoleh pendidikan.

“Untuk menghindari jangan sampai ada lagi teror-teror yang dilakukan dengan melakukan penggembokan seperti itu. Itu kan teror. Kasihan anak-anaknya,” ujarnya.

Farhan menuturkan, Pemkot Bandung akan memastikan proses pendidikan para siswa tetap berjalan selama persoalan terkait aset dan proses renovasi diselesaikan.

“Kan kita pasang badan untuk memastikan hak pendidikan anak-anak,” tegasnya.

Pemindahan siswa dilakukan secara bertahap. Sebagian siswa mulai dipindahkan pada Senin, sementara kegiatan belajar di lokasi sementara akan disesuaikan dengan pembagian sesi pembelajaran.

Farhan mengatakan, siswa dari SDN 148 yang sebelumnya menggunakan ruang belajar pada pagi hari akan dipindahkan terlebih dahulu, sementara siswa SDN 026 Bojongloa akan mengikuti kegiatan belajar pada sesi berikutnya.

Dengan skema tersebut, Pemkot Bandung berupaya memastikan proses renovasi dapat berjalan tanpa menghentikan kegiatan belajar mengajar para siswa.(Fi)