Menurutnya, saat ini hadiah yang diberikan baru satu unit sepeda motor. Ke depan, Pemkot Yogyakarta berharap kolaborasi dengan Bank BPD DIY dapat terus dikembangkan sehingga apresiasi bagi masyarakat yang tertib membayar pajak secara digital semakin besar.
Andarini menambahkan, Pemkot Yogyakarta juga terus berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Selain melalui digitalisasi pembayaran, berbagai stimulus berupa diskon pajak juga diberikan pada momentum tertentu, termasuk Pekan Panutan Pajak dan rencana pemberian diskon pada momentum HUT Pemkot Yogyakarta pada bulan Oktober mendatang.
“Kami senantiasa mencoba meningkatkan layanan terkait perpajakan, baik kemudahan, percepatan, dan lainnya. Karena saat ini pajak menjadi salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung pembangunan Kota Yogyakarta, terlebih ketika dana transfer mengalami penurunan,” katanya.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat Kota Yogyakarta agar segera membayarkan PBB-P2 sebelum batas waktu pembayaran pada bulan September 2026. Pembayaran tepat waktu akan membantu masyarakat terhindar dari denda sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“PBB-P2 merupakan salah satu sumber PAD yang memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Yogyakarta. Kami berharap masyarakat membayarkan pajaknya sebelum batas akhir agar tidak terkena denda. Pajak Anda untuk pembangunan Kota Yogyakarta,” ujarya
Sementara itu, Handoko mengaku tidak menyangka dirinya terpilih sebagai penerima hadiah sepeda motor. Ia mengatakan selama ini terbiasa membayar PBB melalui mobile banking karena dinilai lebih praktis.
“Saya sebenarnya tidak menduga. Kalau bayar PBB biasanya saya segera mungkin dan selalu pakai mobile banking karena bisa dilakukan di mana saja. Praktis dan tidak perlu menyimpan bukti pembayaran secara fisik karena sudah tersimpan di HP, sehingga sewaktu-waktu dibuka kembali mudah,” ungkapnya.
Handoko mengatakan, dengan digitalisasi pembayaran pajak sangat membantu masyarakat. Ia berharap, pembayaran digital dapat diterapkan secara luas pada berbagai jenis pajak dan terus disosialisasikan agar semakin banyak masyarakat yang memahami kemudahan transaksi tersebut.
“Sangat membantu sekali. Kalau digitalisasi pembayaran pajak bisa dilakukan untuk semua jenis pajak, masyarakat akan semakin dimudahkan. Harus banyak sosialisasi supaya masyarakat paham. Ini juga bentuk apresiasi kepada masyarakat yang membayar secara digital atau mobile banking, saya rasa positif sekali,” imbuhnya. (Ms)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan