Meski demikian, Zulkifli menyebut perkembangan kasus tersebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dinkes tetap memperkuat langkah pencegahan agar paparan asap tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius.
“Alhamdulillah, kasus ISPA ini dapat teratasi. Agar tidak terjadi peningkatan kasus, kami terus mengedepankan langkah preventif dengan imbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar,” imbaunya.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Dinkes Riau juga memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap siap memberikan pertolongan. Puskesmas telah diminta menyiagakan tim layanan kegawatdaruratan serta memastikan ketersediaan oksigen, terutama bagi pasien yang mengalami sesak napas.
“Di Puskesmas sudah ada tim layanan emergency. Oksigen juga sudah disiapkan dan distandby-kan sebagai pertolongan pertama bagi pasien yang mengalami sesak napas,” kata Zulkifli.
Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat diimbau memperhatikan kondisi udara di dalam rumah. Ventilasi atau bukaan yang memungkinkan asap masuk dapat dikurangi ketika kabut asap semakin pekat.
Kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan juga diminta lebih waspada. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker, menjaga asupan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi.
“Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, mata perih atau mual,” imbaunya lagi.
Dengan penguatan koordinasi antara Dinkes Provinsi, dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas pelayanan kesehatan, pemantauan kondisi masyarakat terdampak kabut asap terus dilakukan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mencegah dampak karhutla berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih serius.(Zt)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan