Pada rapat tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa penanganan karhutla di Riau merupakan bentuk tim kerja yang melibatkan seluruh unsur.

Ini hasil kerjasama tim. TNI, Polri, BPBD, semua unsur pemda, sipil, semua bergerak. Ini yang kita inginkan, tegas Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan pentingnya menghargai kerja keras seluruh pihak yang berada di lapangan. “Kita harus menghormati kerja keras,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian memastikan pemerintah pusat akan membantu kebutuhan tambahan yang diperlukan untuk memperkuat penanganan karhutla di Riau.

“Gubernur, terima kasih. Apa yang bisa membantu kita bantu. Kalian minta tambahan dua helikopter water bombing dan oksigen. Segera dikirimkan,” ujar Prabowo.

Sebelumnya, dalam rapat tersebut Forkopimda Riau memaparkan berbagai langkah penanganan karhutla, termasuk pemadaman secara gotong royong, pembangunan embung sebagai sumber air, serta penyediaan oksigen bagi petugas dan masyarakat yang terdampak asap.

Prabowo mengapresiasi pola penanganan yang dilakukan Riau. Menurutnya, kolaborasi antarpihak dan langkah preventif yang diterapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi ancaman karhutla.

“Terima kasih, saya gembira melihat penanganan saudara-saudara. Saya kira ini sesuatu yang baik untuk dicatat dan dibawa ke daerah-daerah lain penanganannya. Langkah-langkah kegiatan pencegahan kalian juga cukup bagus,” ujar Prabowo.

Rapat tersebut melibatkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo, Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Provinsi Riau M. Edy Afrizal serta jajaran terkait lainnya. (Zt)